Mengenal Raden Patah, Ulama Pemberani Keturunan Tionghoa Pendiri Kesultanan Demak
Setelah dianggap lulus, Raden Patah dipercaya menjadi ulama dan membuat permukiman di Bintara.
Dia konon diiringi oleh Sunan Palembang dan Arya Dillah dengan 200 tentaranya. Selama di Bintara inilah Raden Patah memusatkan kegiatannya di daerah tersebut. Beberapa kajian keagamaan juga dilaksanakan di lokasi tersebut, hingga akhirnya ia mendirikan pondok pesantren.
Penyiaran agama dilaksanakan sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Perlahan-lahan daerah Bintara ini menjadi ramai, bahkan menjadi pusat keramaian dan perniagaan. Dari sanalah akhirnya dikisahkan para penyebar agama Islam di Pulau Jawa Walisongo merencanakan sebagai pusat kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.
Raden Patah pun diangkat menjadi raja pertama di Kesultanan Demak pada 1478 hingga 1518 Masehi. Selama Raden Patah berkuasa inilah pengaruh Islam mulai tersebar luas. Dibantu Walisongo, pengembangan Islam begitu cepat
Hal ini diperkuat dengan sosok Raden Patah yang juga ulama dengan menerapkan musyawarah dan kerja sama melibatkan ulama dan pemerintahan Demak.