Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan Beruntun di Turunan Exit Tol Bawen, Truk Tronton Rem Blong Tabrak 3 Kendaraan
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Raden Patah dan Kelenteng Sam Po Kong saat Penyerbuan Pasukan Demak di Semarang

Sabtu, 10 Februari 2024 - 07:06:00 WIB
Kisah Raden Patah dan Kelenteng Sam Po Kong saat Penyerbuan Pasukan Demak di Semarang
Kelenteng Sam Po Kong di Semarang. (Foto: dok Pemkot Semarang)
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.idKesultanan Demak di bawah pimpinan Raden Patah konon pernah melakukan serangan ke Semarang. Penyerbuan pada tahun 1477 itu sebagai bagian dari ekspansi dan memperluas wilayah kekuasaan serta menyebarkan agama Islam di pesisir utara Pulau Jawa.

Konon hampir seluruh Kota Semarang diduduki pasukan Raden Patah dengan nama lengkap Senapati Jimbun. Namun ada satu lokasi yang sengaja tidak diduduki oleh pasukan Demak yakni Kelenteng Sam Po Kong

Raden Patah yang bisa melaksanakan tindakan apa pun kepada kaum Tionghoa dan para penghuni kelenteng kala itu memilih tidak melakukan tindakan apa pun meski berbeda keyakinan. 

Memang garis keturunan Raden Patah juga masih etnis Tionghoa. Namun dia menginstruksikan agar tidak memaksa mereka memeluk agama Islam.

Penaklukkan Semarang pun tidak membuat kebebasan beragama dan beribadah kaum Tionghoa direnggut. Meski awalnya dikisahkan pada "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara" tulisan Slamet Muljana, ada ketakutan kaum Tionghoa akan ekspansi Kesultanan Demak ke Semarang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut