MALANG, iNews.id - Kesultanan Demak di bawah pimpinan Raden Patah konon pernah melakukan serangan ke Semarang. Penyerbuan pada tahun 1477 itu sebagai bagian dari ekspansi dan memperluas wilayah kekuasaan serta menyebarkan agama Islam di pesisir utara Pulau Jawa.
Konon hampir seluruh Kota Semarang diduduki pasukan Raden Patah dengan nama lengkap Senapati Jimbun. Namun ada satu lokasi yang sengaja tidak diduduki oleh pasukan Demak yakni Kelenteng Sam Po Kong.
5 Berita Populer: 7 Peninggalan Kerajaan Demak hingga Anies Sebut Masalah Terbesar Indonesia Ketimpangan
Raden Patah yang bisa melaksanakan tindakan apa pun kepada kaum Tionghoa dan para penghuni kelenteng kala itu memilih tidak melakukan tindakan apa pun meski berbeda keyakinan.
Memang garis keturunan Raden Patah juga masih etnis Tionghoa. Namun dia menginstruksikan agar tidak memaksa mereka memeluk agama Islam.
Jejak Ken Arok Pendiri Kerajaan Singasari, dari Bayi yang Dibuang hingga Jadi Raja Besar
Penaklukkan Semarang pun tidak membuat kebebasan beragama dan beribadah kaum Tionghoa direnggut. Meski awalnya dikisahkan pada "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara" tulisan Slamet Muljana, ada ketakutan kaum Tionghoa akan ekspansi Kesultanan Demak ke Semarang.