Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Momen Majapahit Dibumihanguskan, Pergolakan Internal Akhiri Kejayaan Kerajaan Besar Nusantara
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Raden Patah Raja Demak Pertama dan Warisannya Kitab Salokantara tentang Aturan Hukum

Rabu, 19 Juni 2024 - 06:25:00 WIB
Kisah Raden Patah Raja Demak Pertama dan Warisannya Kitab Salokantara tentang Aturan Hukum
Raja Demak pertama Raden Patah. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Raden Patah merupakan penguasa Kerajaan Demak pertama. Kerajaannya menjadi penanda awal mula Kesultanan Islam berkuasa di Pulau Jawa usai Majapahit yang menjadi kerajaan Hindu-Buddha mulai kehilangan taring alias meredup.

Semasa menjabat sebagai raja di Kesultanan Demak Bintara, Raden Patah menyandang gelar Senapati Jimbun Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama, Sultan Syah Alam Akbar berdasarkan referensi Serat Pranitiradya atau Sultan Surya Alam berdasarkan Hikayat Banjar.

Selain dikenal sebagai raja besar, Raden Patah sangat peduli dengan perkembangan agama Islam di Tanah Jawa. Sebagai bukti, Raden Patah meresmikan pembangunan Masjid Agung Demak yang diprakarsai Walisanga pada tahun 1479 M.

Selain peduli dengan perkembangan agama Islam di Tanah Jawa, Raden Patah tetap memiliki toleransi tinggi terhadap rakyat Demak yang memiliki kepercayaan Hindu dan Buddha. Kebijakan ini diterapkan karena Raden Patah senantiasa mematuhi nasihat gurunya yakni Sunan Ampel. 

"Fakta lain yang menunjukkan toleransinya terhadap agama atau kepercayaan orang lain, Raden Patah tidak memaksakan kuil Sam Po Kong yang dibangun oleh Laksamana Cheng Ho tersebut sebagai masjid," demikian dikutip dari buku '13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah di Tanah Jawa'.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut