Menelusuri Jejak Resep Asli Nasi Glewo, Kuliner Kuno Khas Semarang yang Sempat Punah
“Anak-anak kala itu banyak yang memakannya seperti permen dengan dilumuri gula pasir. Sisanya dibawa pulang dan disimpan di dapur untuk memasak,” paparnya.
Selain penelusuran resep Glewo dari warga, Chandra AN juga berhasil menemukan keluarga keturunan dari 'Pak Baru' yang di Era 1970-an terkenal sebagai penjual Nasi Goreng dan Glewo Koyor di Jalan Sriwijaya Semarang.
Dwi Astuti (51) merupakan cucu buyut Pak Baru yang tinggal di Jalan Tegalsari, tak jauh dari tempat berjualan buyutnya dulu. Dwi mengaku sejak kecil hingga tahun 1980an masih sering makan Glewo dibawain mBah Baru dari warungnya. Citarasnya pedes dan kecut atau masam.
“Namun sejak SMP warung mbah Buyut saya di Jalan Sriwijaya itu sudah tutup, dilanjutkan oleh para anak keturunan antara lain buka di Pecinan, Gombel, kawasan Gajahmungkur dan Jalan Erlangga. Kayaknya yang sekarang masih buka di Gombel. Tapi semuanya sudah tidak menjual Glewo, hanya nasii goreng,” katanya.
Dengan penelusuran ini maka didapat otentiknya resep Glewo yang antar lain bumbu dan bahannya terdiri dari daging sapi, cabai merah, tahu, tempe, santan kelapa, bawang merah, bawang putih, daun salam, potongan laos, asem Jawa/kawak, garam dan gula pasir.