Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Menelusuri Jejak Resep Asli Nasi Glewo, Kuliner Kuno Khas Semarang yang Sempat Punah

Senin, 07 Agustus 2023 - 10:55:00 WIB
Menelusuri Jejak Resep Asli Nasi Glewo, Kuliner Kuno Khas Semarang yang Sempat Punah
Nasi Glewo, kuliner kuno khas Kota Semarang yang disajikan di hotel. (IST)
Advertisement . Scroll to see content

Di daerah ini ternyata juga sangat dikenal sebagai daerah lahirnya kuliner khas Kota Semarang. Seperti Bustaman sangat dikenal sebagai tempatnya jagal Kambing yang melahirkan Gule khas Bustaman dan Bestik Kambing, yang didaerah lain belum tentu ada dan dikenal.

Qomariah (64), salah satu warga asli Bustaman dan kini memiliki warung makan Gule Kambing Bustaman di Jalan Mataram, tak jauh dari Jalan Petudungan. Qomariah juga paham terhadap masakan Glewo, karena tempo dulu orang tuanya sering memasak Glewo untuk sajian makan keluarga.

“Glewo sudah ada sejak saya kecil di Kampung Bustaman. Cuma dulu masaknya kadang pakai daging koyor sapi, tapi seringnya hanya menggunakan potongan tahu dan tempe, “ kata Qomariah.

Suami dari Bibit (66) yang juga warga asli Bustaman ini mengaku Glewo merupakan masakan orang berada, sebab kala itu umumnya menggunakan daging sapi yang berlemak atau koyor. Sedangkan di kalangan masyarakat bawah umumnya hanya menggunakan potongan tempe dan tahu.

“Glewo merupakan olahan daging sapi, tempe dan tahu berkuah santan dan citarasanya pedes kecut, sekilas memang mirip mangut. Cirinya menggunakan asem kranji atau asem kawak. Dulu asemnya bisa ngambil di jalan-jalan karena banyak pohon asem di Semarang. Kalau asem yang lama disimpan di dapur, Namanya asem kawak,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut