Masjid Agung Semarang, Satu-satunya Masjid di Indonesia yang Mengumumkan Kemerdekaan RI
Keberanian Agus harus dibayar mahal, karena setelah peristiwa itu dia dikejar-kejar tentara Jepang dan melarikan diri ke Jakarta hingga meninggal di sana. Sebagai penghargaan atas peristiwa tersebut pada tahun 1952, Presiden RI pertama Soekarno menyempatkan diri hadir untuk melakukan salat Jumat dan berpidato di masjid ini.
Lokasi Masjid Agung Semarang tadinya berdiri megah di depan alun-alun Kota Semarang. Namun kemudian sejak tahun 1938 alun alun tersebut beralih fungsi menjadi kawasan komersial yaitu dengan adanya Pasar Johar, Pasar Yaik, gedung BPD dan Hotel Metro yang kemudian menjadi area kawasan perdagangan Johar. Pada tahun 2021, depan Masjid Agung Kauman Semarang yang sebelumnya merupakan Pasar Yaik, sekarang telah direnovasi kembali menjadi Aloon-Aloon Masjid Agung Semarang.
Masjid Agung Semarang kini terjepit di antara bangunan bangunan tinggi yang mengepungnya. Masjid ini beralamat di Jl Alun-alun Barat Nomor 11 Semarang. Sekarang Masjid Agung Semarang letaknya tidak lagi berada dalam wilayah kampung (kelurahan) Kauman, tetapi masuk dalam wilayah Kelurahan Bangunharjo Semarang Tengah.
Hingga saat ini masih belum diperoleh keterangan ataupun data yang akurat yang dapat memastikan kapan masjid Agung Semarang mulai dibangun dan didirikan. Berdasarkan catatan-catatan sejarah dan cerita-cerita tutur yang dapat dijadikan dasar rujukan, masjid ini didirikan pertama kali pada pertengahan abad XVI masehi atau pada masa kesultanan Demak.
Setelah Indonesia merdeka, Bupati Semarang dijabat oleh M. Soemardjito Priyohadisubroto. Kemudian pada masa Pemerintahan RIS yaitu pemerintahan federal diangkat Bupati RM. Condronegoro hingga tahun 1949.