Malam Ini, Tol Kalikangkung-Brebes Diterapkan One Way Lokal
"Semoga dapat mengurai kepadatan arus balik di Jawa Tengah ini malam ini," ujar Artanto.
Sebelumnya, Dirlantas Polda Jateng Brigjen Pol Sonny Irawan mengungkapkan empat indikator utama yang menjadi dasar penentuan rekayasa lalu lintas one way lokal di ruas Tol Trans Jawa wilayah Jateng. Indikator tersebut digunakan untuk memastikan keputusan rekayasa dilakukan secara tepat dan terukur.
Indikator pertama kondisi lalu lintas di pertemuan arus dari Jawa Timur, Jogja dan Solo. Jika data traffic accounting di lokasi tersebut mencapai angka 3.700 kendaraan per jam, rekayasa lalu lintas bisa segera diberlakukan.
Adapun indikator kedua jumlah kendaraan yang tercatat melintasi GT Banyumanik, Semarang, sebagai barometer melihat kepadatan lalu lintas menuju arah barat.
“Jika GT Banyumanik ini tembus 3.500 selama 3 jam atau 2 jam berurut-urut, itu juga kami bisa melakukan one way,” kata Sonny saat ditemui di GT Banyumanik, Semarang, Jumat (4/4/2025).
Indikator ketiga panjang antrean kendaraan yang terlihat secara langsung di exit tol, terutama GT Banyumanik. Jika antrean kendaraan sudah mencapai 2-3 kilometer ke belakang, itu menjadi sinyal bahwa arus tidak lagi normal. Kemudian indikator keempat penilaian situasional terhadap efektivitas pengaturan lalu lintas.
Sonny memastikan pemberlakuan one way tidak menimbulkan masalah di jalur arteri atau wilayah sekitarnya. Diketahui, skema one way nasional serentak akan dimulai pada 6 April 2025 dengan titik awal di GT Kalikangkung.
Editor: Donald Karouw