Konflik di Keraton Solo Dalam Sepekan, Berawal dari Kasus Pencurian hingga Berujung Bentrok
Devi menyebut jika barang-barang pribadinya yang berupa perhiasan, giwang, gelang, kalung yang tersimpan di dalam kamar pribadinya di Kaputren raib. "Kalo saya total ditambah dengan jarik-jarik koleksi kuno, harganya gak bisa ditaksir. Mungkin sekitar 150 juta. Kemungkinan lebih dari 10 jarik yang belum diwiru," sebutnya.
7. Polresta Solo Cek Olah TKP Kasus Pencurian
Tim Penyidik Satreskrim Polresta Solo melakukan cek olah TKP di Kaputren Keraton Kasunanan Surakarta, Jumat (23/12) siang. Total ada 5 ruangan yang diperiksa oleh tim di tempat tinggal para putri raja Keraton Solo.
Putri kedua PB XII GRAY Devi Lelyana Dewi selalu pembuat aduan mengatakan, lima ruangan yang diperiksa oleh polisi yakni teras, ruang tengah, kamar pribadi, ruang makan dan kamar mandi Kaputren. Selain itu, polisi juga meminta keterangan dari Abdi Dalem, Atun yang sempat dibekap dan diancam oleh pencuri.
Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol Djohan Andika menyebut cek olah TKP merupakan tindak lanjut dari aduan yang dilayangkan GRAY Devi Rabu (21/12) siang. "Kami cek olah TKP cek barang yang hilang kemudian titik-titiknya sekaligus klasifikasi barang yang hilang. Untuk memastikan kembali biar ada gambaran," ujarnya.
8. Kubu PB XIII dan LDA Bentrok
Keraton Solo dikabarkan kembali terjadi kericuhan untuk ke sekian kalinya diduga dipicu konflik internal keluarga pada Jumat (23/12) petang sehingga sejumlah orang terluka. Bentrokan diduga terjadi antara pihak Paku Buwono XIII (Hangabehi) dengan kubu Lembaga Dewan Adat (LDA) pimpinan GKR Koes Moertiyah atau akrab disapa Gusti Moeng.