Konflik di Keraton Solo Dalam Sepekan, Berawal dari Kasus Pencurian hingga Berujung Bentrok
Kabar tersebut disampaikan oleh kuasa hukum pelapor, Agung Susilo. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (17/12) siang. Akses keluar masuk keraton kemudian ditutup setelah adanya isu pencuri.
Surat tanda bukti penerimaan pengaduan tertulis dengan nomor STBP/920/XII/2022/Reskrim. Surat tersebut ditandatangani pada Sabtu 17 Desember 2022
Peristiwa itu pun mengakibatkan cekcok antara Gusti Rumbai dan korban yang sedang akan menutup pintu besar Jolotundo pada pukul 21.00 WIB dan berujung dugaan penganiayaan.
2. Dua Kali Pencurian Dalam 2 Minggu
Paman GKR Timoer Rumbai, Edi Wirabhumi mengatakan pencurian di kompleks keraton juga pernah terjadi sekitar dua pekan lalu. Beberapa barang diketahui hilang akibat pencurian itu. "Jumlah cukup banyak. Piring ada satu set piring, satu set sendok, satu set gelas," ujarnya. Dia membenarkan adanya percekcokan di dalam internal keraton karena kabar pencurian tersebut.
"Yang (Rumbai) itu saya tidak tahu persis kejadiannya, tapi yang dilaporkan ke saya, pintu yang disepakati dibuka (Jolotundo) untuk akses TRKD ke arah Keputren dan petugas kami ke sana, mau ditutup oleh oknum, ada 10-an. Tentu TRKD tidak setuju," kata Wirabhumi. Dia mengungkap oknum abdi dalem itu disebut berbicara kurang sopan kepada Rumbai yang merupakan putri ndalem dan sempat emosi.