Kisah Sahabat Nabi SAW Rutin Membaca Surat Al Ikhlas dalam Tiap Sholat
JAKARTA, iNews.id - Al Ikhlas artinya Memurnikan Keesaan Allah. Surat ini termasuk surah Makkiyah atau Madaniyyah, 4 atau 5 ayat Turun sesudah Surah An-Nas.
Dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
«لِكُلِّ شَيْءٍ نِسْبَةٌ وَنِسْبَةُ اللَّهِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ وَالصَّمَدُ لَيْسَ بِأَجْوَفَ»
Artinya: Segala sesuatu mempunyai predikat dan predikat Allah ialah, "Katakanlah, Dialah Allah Yang Mahaesa. Allah adalah Tuhan yang bersifat As-Samad. As-Samad artinya tidak berongga.”
Imam Bukhari mengatakan bahwa Abur Rijal alias Muhammad ibnu Abdur Rahman pernah menceritakan kepadanya dari ibunya (yaitu Amrah binti Abdur Rahman) yang dahulunya berada di dalam asuhan Siti Aisyah ra istri Nabi Muhammad Saw. Istri Nabi Saw mengangkat seorang lelaki sebagai pemimpin suatu pasukan khusus untuk suatu tugas. Lelaki itu menjadi imam salat dari para sahabatnya dan ia selalu mengakhiri bacaan salatnya dengan surat Al-Ikhlas.
Setelah pasukan khusus itu pulang, mereka menceritakan hal itu kepada Nabi Saw, maka Nabi Saw. bersabda, "Tanyakanlah kepadanya, mengapa dia melakukan hal itu," lalu mereka bertanya kepadanya, dan ia menjawab, "Karena di dalamnya disebutkan sifat Tuhan Yang Maha Pemurah, dan aku suka membacakannya dalam salatku." Setelah hal itu disampaikan kepada Nabi Saw., maka beliau Saw.bersabda: