Keutamaan Surat Al Ikhlas, Ini Kisah Wafatnya Sahabat Nabi Dishalati 70.000 Malaikat
JAKARTA, iNews.id - Dalam Alquran, ada beberapa surat istimewa. Salah satunya Al Ikhlas yang artinya Memurnikan Keesaan Allah SWT. Surat ini termasuk surah Makkiyyah yang turun pada masa Rasulullah belum hijrah ke Madinah.
Dalam kitab tafsir Ibnu Katsir disebutkan dari Jabir ra mengatakan bahwa pernah ada seorang Badui datang kepada Nabi Saw, lalu bertanya:
"Gambarkanlah kepada kami tentang Tuhanmu." Maka turunlah firman Allah Swt:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
qul huwallaahu aḥad
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
allaahuṣ-ṣamad
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ
lam yalid wa lam yụlad
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
Artinya: Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa." Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, "Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (QS. Al Ikhlas: 1-4)
Sebagian ulama menganjurkan umat Islam untuk membaca surat Al Ikhlas ini baik dalam setiap salat maupun untuk berzikir karena banyak memiliki keutamaan.
Diriwayatkan dari Anas ibnu Malik bahwa ketika sedang bersama Rasulullah Saw di medan Perang Tabuk, maka terbitlah matahari dengan sinar dan cahayanya yang belum pernah kami lihat sebelumnya.