Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Demo Jalan Rusak Tak Ditangani, Warga Blora Tanam Pohon Pisang di Jalur Provinsi
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Mbah Siti 60 Tahun Menantang Maut, Kini Tak Lagi Seberangi Derasnya Sungai Bengawan Solo

Minggu, 03 Januari 2021 - 12:32:00 WIB
Kisah Mbah Siti 60 Tahun Menantang Maut, Kini Tak Lagi Seberangi Derasnya Sungai Bengawan Solo
Gubernur Ganjar Pranowo bersama 3 menteri Jokowi saat peresmian Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora. (Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

"Sakniki mpun penak, mboten wedhi (sekarang sudah mudah, tidak takut lagi. Sakniki medal bruk mawon (sekarang lewat jembatan saja). Maturnuwun, seneng banget kalih pemerintah (terimakasih banyak, senang sekali dengan pemerintah," ujar dia.

Hal senada dikatakanTamhadi (60)  warga lainnya. Ia mengatakan, sejak kakeknya dulu, warga memanfaatkan penyeberangan dengan perahu apabila hendak ke Bojonegoro atau ke Blora.

"Karena kalau lewat jembatan jauh, harus memutar. Jadi warga memilih naik perahu. Saya mengalami sejak kecil, ketika ongkosnya masih 500, sekarang sudah 2000," katanya.

Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora dibangun pada bulan Juni 2020 lalu memiliki panjang 1.100 meter dengan lebar 9 meter. Jembatan itu menghubungkan wilayah Bojonegoro tepatnya di Desa Luwih Haji Kecamatan Ngraho dengan Kabupaten Blora tepatnya di Desa Medalem Kecamatan Kradenan. Pembuatan jembatan itu menghabiskan anggaran sekitar Rp97,5 miliar atas kerjasama antara Pemkab Blora dan Bojonegoro itu.

Sementara, Ganjar mengatakan bahwa jembatan Terusan Bojonegoro-Blora sudah lama diidamkan masyarakat dari dua kabupaten itu. Mereka yang hendak menyeberang sungai Bengawan Solo, harus menggunakan perahu sederhana.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut