Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Oknum Kiai Cabuli 13 Santri di Ponorogo Diduga Sudah Beraksi Bertahun-tahun
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Eks Tokoh JI, Bebas dari Nusakambangan Digandeng Densus 88 Edukasi Bahaya Terorisme

Senin, 02 Oktober 2023 - 08:44:00 WIB
Kisah Eks Tokoh JI, Bebas dari Nusakambangan Digandeng Densus 88 Edukasi Bahaya Terorisme
Siswanto (paling kanan) saat kegiatan edukasi pencegahan terorisme bersama Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri di Ponpes Darusy Syahadah, Kabupaten Boyolali, Rabu (27/9). (Dok. Densus 88)
Advertisement . Scroll to see content

Dia menyebut paham itu menimbulkan dampak negatif. “Sesungguhnya terorisme tidak merujuk pada salah satu agama,” katanya.

AKBP Wisnoe mengatakan di Indonesia, cukup banyak terjadi aksi teror. Terakhir, insiden bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung oleh simpatisan ISIS pada akhir 2022.  

Terorisme, kata dia, adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara luas. Ini dapat menimbulkan korban atau kerusakan bahkan kehancuran terhadap objek vital strategis, lingkungan hidup hingga fasilitas publik lainnya.

“Pada praktiknya, pelaku teror tak jarang memanfaatkan perempuan dan anak sebagai pelakunya. Kelompok teror kerap menarget rekrutmen dari kelompok milenial atau individu yang sedang dalam proses pencarian jati diri,” ujarnya.

Sementara, Siswanto menyebut seseorang terpapar terorisme hingga melakukan aksi secara berjenjang atau bertahap. Sikap intoleran dan kemudian menjadi eksklusif adalah pintu masuknya. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut