Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Oknum Kiai Cabuli 13 Santri di Ponorogo Diduga Sudah Beraksi Bertahun-tahun
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Eks Tokoh JI, Bebas dari Nusakambangan Digandeng Densus 88 Edukasi Bahaya Terorisme

Senin, 02 Oktober 2023 - 08:44:00 WIB
Kisah Eks Tokoh JI, Bebas dari Nusakambangan Digandeng Densus 88 Edukasi Bahaya Terorisme
Siswanto (paling kanan) saat kegiatan edukasi pencegahan terorisme bersama Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri di Ponpes Darusy Syahadah, Kabupaten Boyolali, Rabu (27/9). (Dok. Densus 88)
Advertisement . Scroll to see content

“Penanganan terorisme ini harus melibatkan semua elemen masyarakat, terutama dimulai dari kalangan keluarga,” kata Siswanto.  

Pada kegiatan di Ponpes Darusy Syahadah itu juga dihadiri Ustaz Mustaqim Safar selaku Ketua Yayasan Yasmin Surakarta, Direktur Ponpes Darusy Syahadah Ustaz Qusdi Ridwanullah, Camat Simo Fahrudin, hingga perwakilan Kementerian Agama setempat. Ustaz Qusdi menyebut pihaknya bersedia berkolaborasi dengan semua elemen dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan Negara Indonesia.

Pada kegiatan yang dihadiri sekitar 250 orang itu juga dibacakan deklarasi penolakan paham intoleransi, radikalisme dan terorisme oleh Ustaz Parmin alias Yasir Abdul Barr yang merupakan mantan narapidana terorisme, berdomisili di ponpes tersebut.  

Pada Senin 25 September 2023, Densus juga menggandeng Siswanto untuk memberikan edukasi serupa di Akademi Alquran (AAQ) FKAM, di Kabupaten Klaten.

Di sana, Siswanto berbagi pengalamannya selama masuk kelompok teror di wilayah Jateng. Jaringan kelompok teror, sebutnya, tidak hanya berada di Indonesia. “Mereka ada di beberapa negara konflik, seperti Irak, Iran, Suriah,” kata Siswanto pada kegiatan yang dihadiri sekira 150 peserta itu.

AKBP Wisnoe menambahkan, saat ini paham-paham seperti itu sudah masuk ke ranah pendidikan, tak terkecuali ponpes. Hal ini perlu jadi kewaspadaan bersama, sebab gerakan teror bisa memecah belah umat beragama dan bangsa Indonesia.

 “Tim Densus 88 Antiteror Polri mengedepankan program pencegahan terkait penyebaran paham-paham intoleran, radikalisme dan terorisme di lingkungan ponpes,” ujarnya.   

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut