Kisah 2 Dokter Penerima Telogorejo Award, Mengabdi di Pedalaman Papua hingga Daerah Rawan KKB
“Akan tetapi kesehatan masyarakatnya perlu diperhatikan dan saya harus menolong mereka, meskipun saya harus mengambil risiko yang sangat berat,” ujar dokter umum lulusan Universitas Trisakti ini.
Dia mengatakan jika aktivitasnya lebih banyak jemput bola. Dirinya lebih aktif mencari pasien dengan mendatangi rumah meski harus melintasi medan yang terjal penuh dengan tantangan.
“Jadi bukan pasien yang mencari saya tapi sebaliknya saya yang mencari pasien supaya mereka terselamatkan untuk hidup, karena mereka mempunyai hak yang sama untuk hidup. Sehingga kita tenaga kesehatan mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di Papua,” ujarnya.
Sementara dr Pinky Pancawardani juga menceritakan pengalamannya selama bertugas di Puskesmas Nabire, Papua Tengah. Dia selalu berinovasi agar bisa mencari jalan keluar untuk bisa bertahan dan bisa mengendalikan penyakit yang diderita masyarakat.
“Pengalaman saya di sana adalah bagaimana bisa mencoba menjawab harapan masyarakat di sana, karena situasi maupun kondisi penyakit mereka yang tidak lagi berpengharapan,” ungkapnya.