“Kejadian ini tidak dipikirkan sebelumnya karena tidak berlangsung tiap tahun, tapi ini kejutan besar dan harus ditindaklanjuti dengan cepat. Kita akan terus siaga sambil menunggu laporan lagi, untung Baznas kita bagus, jadi bisa ter-cover semuanya,” ujarnya.
Sementara itu, Zakiyah, anak dari Ahmad Sukadi, petugas KPPS di Kabupaten Pekalongan yang meninggal dunia mengaku terharu dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Gubernur Ganjar Pranowo.
Perempuan itu mengungkapkan sebagai seorang aparatur desa, ayahnya sudah sering menjadi petugas pemilu. Namun, dirinya tidak pernah menyangka jika ayahnya meninggal usai pelaksanaan pemilu tahun ini.
“Bapak tidak sakit, tapi punya riwayat darah tinggi. Saat dikabari bapak meninggal, saya sedang di sekolah,” katanya sambil terisak.
Anti Trianti, warga Kabupaten Kendal yang juga merupakan penerima santunan mengatakan suaminya yang bertugas sebagai hansip gugur dalam tugas mengawal jalannya tahapan pemilu. Dia sudah mengikhlaskan kepergian suaminya dan berharap pengorbanan suaminya tidak sia-sia.
“Sore itu setelah tugas dari TPS, suami saya mengeluh masuk angin, terus saya kerokin. Belum selesai, dia izin ke kamar mandi, begitu keluar langsung jatuh,” ujarnya.
Editor: Maria Christina