Ganjar menjelaskan, Pemprov Jateng melakukan tindakan cepat dengan berinisiatif mencari sumber dana yang halal untuk santunan bagi keluarga para pahlawan demokrasi yang tidak ada dalam penganggaran.
“Kami cari sumber yang memungkinkan dan tidak melanggar aturan, maka kita cover semuanya dengan Baznas, masing-masing kami beri Rp10 juta,” ujarnya.
Ganjar juga mengatakan, masih akan terus menunggu data terbaru tentang petugas pemilu di Jateng yang meninggal dunia. Pemprov Jateng memastikan memberikan penghargaan dan penghormatan kepada mereka dan keluarganya.
“Kami akan tunggu data itu agar mereka bisa mendapat satu penghargaan, itu tindakan cepat dari kita. Data masih bertambah, kami pastikan semua dapat,” katanya.
Kejadian ini, lanjut Ganjar, juga menjadi bahan evaluasi bagi Pemprov Jateng. Ganjar mengaku sudah membicarakan kemungkinan skema penganggaran untuk kejadian darurat semacam ini.