Kasus Pembacokan Brutal di Magelang, Polisi Tangkap 3 Pelajar
Kapolresta Magelang Kombes Pol Ruruh Wicaksono menjelaskan, peristiwa penganiayaan tersebut berawal pada Sabtu (4/3/2023) sekitar pukul 20.00 WIB, ANP dijemput oleh HS dan JN mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam milik HS, pergi ke pasar malam di Tegalrejo. Sekitar pukul 22.30 WIB mereka hendak pulang ke rumah ANP.
"Di jalan meihat handphone ada yang ngirim pesan singkat lewat IG. Setelah dilihat, ternyata yang mengirim pesan singkat, yaitu berinisial E (admin SMP Swasta Grabag). Isi pesan singkat, tantangan berkelahi," terang Kapolresta dalam siaran pers, Rabu (8/3/2023).
Kemudian ANP menyampaikan isi pesan singkat tersebut kepada JN dan HS. Akhirnya mereka sepakat untuk menerima tantangan tersebut.
Selanjutnya mereka tancap gas kembali ke rumah untuk mengambil celurit milik ANP dan JN yang disimpan di rumah JN. Setelah itu, mereka berangkat menuju Pirikan, Secang sembari membawa dua bilah celurit.
Sekira pukul 00.15 Wib sampai di Pirikan, Secang, berhenti untuk membahas lagi tantangan duel dari pelajar SMP Swasta di Grabag. Pada pukul 01.30 WIB mereka barangkat menuju SMA N 2 Grabag lewat Pucang. Sesampainya di pertigaan Kayupuring berpapasan dengan sepeda motor Honda Beat warna merah yang tumpangi tiga orang.