Diancam Dianulir, Ratusan Wali Murid di Banyumas Tarik SKTM untuk PPDB
BANYUMAS, iNews.id - Ratusan orang tua siswa di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menarik surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang digunakan untuk mendaftar di sekolah negeri pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018.
Penarikan SKTM ini diduga terkait ancaman dari Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BPPMK) Provinsi Jawa Tengah yang akan mengeluarkan calon siswa jika terbukti menggunakan SKTM palsu yang tidak sesuai kondisi ekonomi orang tuanya.
Petugas BPPMK Jawa Tengah, Yuniarso mengaku sangat menyayangkan pembuatan SKTM instan yang dikeluarkan pihak terkait tanpa melakukan survei di lapangan. “Ini mengindikasikan adanya ketidakjujuran dalam pembuatan SKTM yang berdampak kepada penanaman pendidikan ketidakjujuran terhadap siswa,” katanya di Banyumas, Senin (9/7/2018).
Yuniarso menegaskan, BPPMK Jateng mengancam akan mengeluarkan calon siswa yang menggunakan SKTM meski kondisi ekonomi orang tuanya dikatagorikan mampu. “Sesuai juknis (petunjuk teknis) PPDB halaman 30 memang ada aturan seperti itu. Yakni, jika ada pemalsuan keterangan baik SKTM maupun KIP maka calon siswa yang sudah diterima bisa dianulir atau dikeluarkan,” katanya.
Dia mengatakan, cara-cara tersebut sebenarnya kesalahan orang tua dalam mendidik anak. Mereka menggunakan cara yang tidak baik demi anaknya bisa diterima di sekolah negeri. "Padahal, cara tersebut bisa menjerumuskan anak," ucapnya.