Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kota Lama Semarang Dikunjungi 222 Ribu Wisatawan selama Libur Lebaran
Advertisement . Scroll to see content

Di Tengah Corona, Wali Kota Semarang: Dugderan Sambut Ramadhan Harus Tetap Ada

Rabu, 15 April 2020 - 23:00:00 WIB
Di Tengah Corona, Wali Kota Semarang: Dugderan Sambut Ramadhan Harus Tetap Ada
Tradisi Dugderan menyambut Bulan Suci Ramadan akan tetap digelar Pemkot Semarang di tengah pandemi corona. (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Selain melantunkan doa-doa, hendi berharap pengeras-pengeras suara masjid juga menyampaikan imbauan tentang upaya mencegah penyebaran COVID-19.

"Sampaikan imbauan agar tetap di rumah. Kalau memang harus keluar rumah maka diwajibkan memakai masker," katanya.

Diketahui, Tradisi Dugderan yang dilakukan masyarakat Semarang ini sudah ada sejak 1881. Tradisi ini dilakukan untuk menyambut awal puasa di bulan Ramadan.

Tradisi ini biasanya dilakukan dengan cara arak-arakan, tabuh bedug, tari japing, dan proses ritual di puncak dugderan. Tradisi dugderan juga identik dengan maskot warak ngendog. Ini merupakan mainan jenis binatang yang mirip dengan kambing dan kepala naga. Kulitnya bersisik dibuat dari kertas warna-warni dan terbuat dari kayu.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut