Di Tengah Corona, Wali Kota Semarang: Dugderan Sambut Ramadhan Harus Tetap Ada
Selain melantunkan doa-doa, hendi berharap pengeras-pengeras suara masjid juga menyampaikan imbauan tentang upaya mencegah penyebaran COVID-19.
"Sampaikan imbauan agar tetap di rumah. Kalau memang harus keluar rumah maka diwajibkan memakai masker," katanya.
Diketahui, Tradisi Dugderan yang dilakukan masyarakat Semarang ini sudah ada sejak 1881. Tradisi ini dilakukan untuk menyambut awal puasa di bulan Ramadan.
Tradisi ini biasanya dilakukan dengan cara arak-arakan, tabuh bedug, tari japing, dan proses ritual di puncak dugderan. Tradisi dugderan juga identik dengan maskot warak ngendog. Ini merupakan mainan jenis binatang yang mirip dengan kambing dan kepala naga. Kulitnya bersisik dibuat dari kertas warna-warni dan terbuat dari kayu.
Editor: Kastolani Marzuki