Di Tengah Corona, Wali Kota Semarang: Dugderan Sambut Ramadhan Harus Tetap Ada
SEMARANG, iNews.id – Pemkot Semarang tetap menggelar tradisi Dugderan yang menjadi penanda awal masuknya Bulan Suci Ramadan. Namun, tradisi tahunan itu akan dilaksanakan dengan konsep yang lebih sederhana di tengah pandemi corona (Covid-19).
"Dugderan harus tetap ada sebagai penanda awal Ramadhan, namun konsep acara akan berubah," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu (15/4/2020).
Salah satu konsep yang berubah, kata dia, tidak akan ada arak-arakan maupun kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Menurut dia, kegiatan yang sudah menjadi tradisi tersebut akan didesain seminimal mungkin sesuai dengan protokol kesehatan.
Saat memasuki Ramadhan nanti, wali kota yang akrab disapa Hendi itu juga mendorong peran masjid untuk ikut dalam upaya pencegahan virus corona.