Cerita Pondok Pesantren di Rembang Berjuang Menjadi Agen Perubahan Cegah Perundungan
“Sehingga kerjasama ini bisa terus berlanjut untuk bisa mencegah aksi perundungan dan bisa membawa para santri untuk menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Chief Child Protection Cluster Unnicef Indonesia, Milen Kidane mengatakan, pihaknya berterima kasih pada semua yang berusaha keras membuat pesantren menjadi tempat yang aman bagi siswa dan guru di tengah pandemi Covid-19. Melihat keceriaan anak-anak dan semangat mereka untuk bisa terus belajar.
Pada kegiatan Roots Day Pesantren ini, pihaknya bersama anak-anak ingin merayakan dan menyuarakan kebaikan di pesantren. Berbagai cara dilakukan oleh anak-anak, baik itu melalui pidato, ceramah, puisi, foto, video, poster, majalah dinding, lagu, sampai U-Report. “Sekolah atau pesantren harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Termasuk dari tindakan perundungan,” katanya.
Untuk melawan perundungan bisa dilakukan oleh semua pihak. Dengan adanya bantuan teman atau Agen Perubahan serta setiap anak di pesantren, guru, orang tua, siswa dapat mengatasi perasaan negatif tersebut dan mengambil kembali kekuatannya.
Roots sendiri, katanya, bisa membentuk lingkungan yang positif di sekolah maupun pesantren. Semua pihak bisa saling mendukung, baik secara tatap muka maupun online dengan menyebarkan kebaikan tanpa memandang kelas, lingkaran teman, ras, jenis kelamin, dan agama mereka.