Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 31 Rumah di Banjar Rusak Diterjang Angin Kencang, BNPB: Waspadai Cuaca Ekstrem
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Perjuangan Hidup Mati Dokter Bedah Sembuh dari Covid-19, Sempat Hampir Menyerah

Jumat, 04 Desember 2020 - 15:24:00 WIB
Cerita Perjuangan Hidup Mati Dokter Bedah Sembuh dari Covid-19, Sempat Hampir Menyerah
Dokter Sriyanto Sp B saat masih diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Solo, karena menderita Covid-19. (Foto: BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

Betapa kagetnya Sriyanto ketika mendapat penjelasan bahwa sebetulnya nasi tersebut lunak seperti biasa. Ketika pasien lain bisa mengunyah nasi dengan baik, nasi itu terasa keras bagi Sriyanto. 

"Saya segera tersadar bahwa kondisi ini yang menyebabkan nasi terasa keras sehingga sulit untuk mengunyah sekaligus menelan. Mungkin cairan kelenjar tidak keluar sehingga fungsi saraf menelan terganggu. Virus ini mengganggu semua fungsi mulut dan tenggorokan," katanya. 

Hari ketujuh masa isolasi merupakan puncak penderitaan. Batuk semakin parah, ditambah dengan  komorbid penyakit diabetes.  

"Memang, sudah dua tahun ini saya harus melakukan suntik insulin novomik.  Saya hampir menyerah kalah. Beberapa sahabat juga berpikir demikian karena risiko orang yang diabetes terkena Covid-19 biasanya berujung kematian," tuturnya.

Namun, malam itu sekaligus penuh mukzizat karena dirinya mendapat kiriman plasma dari Jakarta. Beberapa hari sebelumnya, dia memang memesan dua kantong plasma. Karena meyakini plasma dan tosilizumab adalah wasilah terampuh mengobati Covid-19, malam itu dia mendapat injeksi 1 kantong plasma. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut