Cerita Perjuangan Hidup Mati Dokter Bedah Sembuh dari Covid-19, Sempat Hampir Menyerah
"Saya ingin berbagi cerita beratnya perjuangan antara hidup dan mati pada masa isolasi. Sebuah pengalaman yang tak akan mungkin saya lupakan seumur hidup," katanya dalam keterangan yang diterima dari BNPN, Jumat (4/12/2020).
Sriyanto mengatakan, pada 18 November 2020, hasil tes swabnya dan anaknya dinyatakan positif Covid-19. Keduanya pun segera berangkat ke ruang isolasi di RS Moewardi, Solo. Dia dan anaknya mengalami kondisi demam dan batuk.
Sepanjang perjalanan antara Wonogiri ke Solo, tubuh Sriyanto terus menggigil. Kondisi ini diperparah karena keluarga besarnya sedang mendapatkan musibah.
"Ayah mertua saya yang juga dokter bedah sedang berada dalam ruangan ICU RS Karyadi Semarang karena positif Covid-19. Usianya yang sudah 78 tahun, menjadikannya sangat rapuh menghadapi serangan virus ini. Sudah ada total delapan orang dari keluarga kami yang positif Covid-19," katanya.
Sesampainya di ruangan isolasi, kondisi Sriyanto tambah buruk dengan demam yang masih tinggi. Setiap hari dia menggigil kedinginan. Bahkan, setiap enam jam sekali harus mengonsumsi obat pamol agar tidak menggigil akut.