Cerita Korban Penyerangan di Gunung Lawu Ambil Batu Selamatkan Wakapolres Karanganyar
Saat asyik melihat pengumuman jalur pendakian Gunung Lawu masih ditutup, Jarot mendengar adanya teriakan dari pos pendaftaran pendakian Gunung Lawu. Saat melihat ke atas, Jarot melihat ada anggota polisi berseragam, berlarian. Di belakangnya, terlihat seorang laki-laki menggunakan kopiah dan tutup muka atau slayer mengayun-ayunkan senjata tajam ke arah polisi tersebut.
"Saya tak tahu yang dikejar pria bersenjata tajam itu pak Wakapolres. Saya dengar pak Wakapolres teriak 'awas ada yang bawa senjata tajam'. Terus saya nengok ke atas. Dan melihat ada yang mengejar pak polisi pakai senjata tajam," kata Jarot.
Spontan, begitu mendengar teriakan ada yang membawa senjata tajam, Jarot pun langsung mengambil batu. Batu tersebut sengaja diambil, karena dirinya takut pria yang membawa senjata tajam itu berlari ke arahnya.
"Saya langsung ambil batu berukuran lumayan besar. Soalnya, kalau orang yang bawa senjata tajam itu kan arahnya tidak tahu ke mana. Bisa juga ke arah saya," ucapnya.
Apa yang ditakutinya benar terjadi. Meski kaki pelaku yang menyerang Wakapolres sudah ditembak, pelaku penyerangan itu masih bisa berlari ke arahnya.