Cerita Kapten CPM Punawirawan Sanjoto, Memburu DN Aidit saat Singgah di Rumah Peterongan Semarang
Sanjoto kemudian masuk dalam barisan Corps Polisi Militer dengan pangkat Sersan Satu. “Berulang kali saya juga melakukan pengawalan sampai pada Jenderal Ahmad Yani. Saat membentuk Batalyon Banteng Raiders di Bulakamba Tegal pun saya juga ikut terlibat pengawalan. Sampai kedatangan Bung Karno saya juga yang mengawalnya,” ceritanya.
Sementara, sebelum rumahnya direnovasi, Sanjoto sempat dikunjungi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat nyepeda ke daerah Peterongan Semarang Selatan. Saat bertandang ke rumah mantan pengawal dan pengaman rute gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman saat di Wonogiri 1948, Ganjar merasa prihatin menyaksikan rumah Sanjoto yang sudah tak layak huni.
Ganjar yang datang bersama Dandenpom IV/5 Semarang Mayor CPM Okto Femula menyampaikan ingin merehab rumahnya yang rusak parah. Gubernur menunjuk Dandenpom IV/5 Semarang untuk mengatur proses rehab atau bedah rumah dan akhirnya menggandeng REI Komisariat Semarang dan Solo untuk menangani.
“Kami langsung bertindak cepat dengan menggandeng REI Jateng (Solo dan Semarang). Kebetulan mereka adalah mitra kami yang selalu memberi support untuk rehab rumah veteran maupun asrama prajurit. Dibantu dengan CSR mereka lah kita akan bisa mewujudkan harapan Pak Sanjoto tinggal di rumah yang layak,” kata Mayor CPM Okto Femula.
Kapten CPM (Purn) Sanjoto pun merasa haru menerima penyerahan rumah hasil bedah rumah. "Saya awalnya tidak percaya ketika Pak Ganjar dan Pak Okto ke rumah dan menyatakan niatnya untuk merenovasi. Saya diminta berdiam diri di rumah kontrakan untuk penampungan. Tahu-tahu setelah hampir 2 bulan rumah saya sudah jadi bagus dan lengkap diisi perabot baru. saya bersyukur semoga Allah SWT membalas kebaikan semuanya," kata Sanjoto.
Kasdam IV Diponegoro Brigjen TNI Widi Prasetijono mengatakan bahwa para veteran perlu perhatian karena apa yang telah diperbuat dan diperjuangkan tak pernah bisa dinilai dan dihargai yang sebanding.
"Perhatian dalam bentuk bedah rumah ini meski belum sebanding dengan jasa pengorbanannya, minimal bisa bisa memotivasi generasi muda agar bisa mengenang dan menghormati jasa pendahulu. Bahkan juga termotivasi untuk meneruskan cita-citanya membangun bangsa ini lebih baik," kata Kasdam.
Editor: Ahmad Antoni