Cerita Jaka Tarub dan Bidadari Cantik, Misteri Pakaian Merah yang Berujung Pernikahan
Dia pun merasa kesal dan merasa harinya sangat sial karena sekarang ia akan pulan dengan tangan kosong. “Pertanda apa ini, ya,” tanyanya dalam hati. Dia pun berjalan kembali pulang ke rumah dengan rasa lapar karena tak menemukan hewan buruan apa pun juga di sepajang perjalanan.
Saat memasuki daerah desanya, Jaka Tarub melihat banyak warga yang berjalan tergesa-gesa menuju arah yang sama dengannya. Semakin ia mendekati rumahnya, semakin banyak warga yang berkumpul.
Jaka Tarub tampak semakin bingung, ia tidak tahu apa yang terjadi. Saat memasuki rumahnya, Pak Ranu dan banyak orang yang menepuk pundaknya untuk mengatakan ia harus bersabar dan menerima nasibnya.
Ternyata, ibu Jaka Tarub telah meninggal dunia. Mbok Milah sudah berbaring kaku di ruang tengah rumah mereka tidak tersadarkan diri. Jaka Tarub pun lemas dan tangisannya mengisi ruangan. Jaka Tarub hanya bisa termenung melihat tubuh ibunya. Pak Ranu pun bercerita bahwa yang menemukan ibunya meninggal pertama adalah istrinya.
Setelah ibunya dimakamkan dan semua orang sudah pulang, ia merasa kesepian, karena kini ia hanya tinggal sendirian. Jaka Tarub juga merasa bersalah karena ia belum memenuhi keinginan ibunya, yaitu melihat anaknya menikah dan menggendong cucu.