Cerita Ganjar Kenang Masa Kecil di Tawangmangu, Jeruk Keprok dan Atensi Megawati
Begitu masa kontrak rumah habis, lanjut Ganjar, ia bersama keluarga pindah. Ayah Ganjar membeli sebuah rumah yang tidak jauh dari rumah kontrakan itu, sekitar 100 meter. Ganjar tinggal di Tawangmangu sampai kelas 5 SD sebelum pindah ke Karanganyar dan berlanjut ke Kutoarjo, Purworejo.
"Jadi kata ibu saya, saya lahirnya di rumah ini. Saya ingat ini pintunya di sini, tentu bentuknya tidak seperti ini, sudah diubah. Lalu di depan sini ada tangga ke bawah sehingga kalau orang mau masuk lewat sini. Itu yang saya ingat. Dulu kontrak, begitu kita sudah tua, sudah dewasa, berembug dengan keluarga untuk membeli rumah ini. Ari-ari saya di sini," ujarnya.
Ganjar menyebut rumah masa kecilnya itu sebagai bagian dari proses perjalanan hidup. Ia bahkan mengingat bagaimana dari depan rumahnya itu dapat melihat pemandangan bukit Mogol. Di sana juga Ganjar belajar hidup mandiri dan memahami bagaimana kebutuhan pokok bisa diambil dari kebun sendiri.
"Dari kecil diajari masak dan cuci piring. Itu berguna karena ketika sudah dewasa bisa mandiri. Lalu dari kebun itu hampir semua kebutuhan sehari-hari ambil di situ, bahkan orang datang membeli hasil panen atau sekadar berbagi hasil panen dengan tetangga," katanya.
Editor: Ahmad Antoni