Cerita Ganjar Kenang Masa Kecil di Tawangmangu, Jeruk Keprok dan Atensi Megawati
"Saya ingat, dulu waktu jeruk kena virus itu datang tim dari Jepang. Saya masih ingat betul, itu waktu SD. Baru tahu ternyata pohon jeruk itu diinfus. Termasuk jeruk yang di rumah itu dulu ditempeli infus. Apakah itu eksperimen atau memang tenaga yang disiapkan untuk merawat dan menghidupkan kembali pohon yang diserang virus itu," kenangnya.
Kemudian saat Ganjar dewasa, dia sempat ditanya oleh Megawati Soekarnoputri tentang kampung halamannya dan komoditas jeruk keprok yang sempat jatuh.
"Pada suatu saat saya ditanya sama Bu Mega, 'Di Tawangmangu itu tempat lahirmu ya, dulu ada jeruk keprok.' Iya, Bu. Sekarang mulai tumbuh lagi, mulai hidup lagi. Saya dulu pernah kirim beberapa untuk beliau lihat," kata Ganjar sembari mengulang dialognya dengan Megawati tentang jeruk keprok Tawangmangu.
Cerita jeruk keprok itu hanya sebagian kecil dari kenangan Ganjar Pranowo tentang kampung halamannya di Tawangmangu. Cerita lain yang ia tuturkan saat bernostalgia itu tentunya tentang rumah masa kecilnya. Di mana rumah kontrakan ukuran kecil dan sederhana itu ditinggali oleh delapan orang.
"Dulu, rumah kontrakan itu dihuni kurang lebih delapan orang. Saya sama kakak-kakak, Bapak-Ibu, lalu sepupu. Dulu rumahnya tidak sebesar ini. Dulu rumah induk hanya di sini, belum sampai sana. Rumahnya penuh. Dapurnya dulu belum pakai kompor, masih pakai kayu. Di sini dulu dinginnya minta ampun," katanya tentang rumah kontrakan yang dihuni sampai tahun 1973 itu.