Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Bisa Berenang, Santri di Banjarnegara Hilang Terseret Arus Sungai Serayu
Advertisement . Scroll to see content

Cegah Klaster Ponpes Meluas, Gus Yasin Minta Orang Tua Santri Tahan Kunjungan

Kamis, 08 Oktober 2020 - 16:45:00 WIB
Cegah Klaster Ponpes Meluas, Gus Yasin Minta Orang Tua Santri Tahan Kunjungan
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen (Foto: Dok Humas Pemprov Jateng)
Advertisement . Scroll to see content

BANYUMAS, iNews.id - Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, meminta pengasuh pondok pesantren meningkatkan kewaspadaan dan mengimbau warga sekitar serta orang tua santri sementara tidak mengunjungi pengajian atau mengikuti kegiatan lainnya. Upaya itu bertujuan mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan ponpes.

“Kalau ada orang luar pesantren ingin ikut mengaji, ya sudah pakai saja radio dan teknologi digital lainnya. Sehingga pengajian bisa tetap didengar dari rumah masing-masing dan tidak ada kerumunan di pesantren,” ujar Wagub Taj Yasin di sela kunjungan di Ponpes Al -Ittihaad, Pasir Kidul Banyumas, dilansir dari website resmi Pemprov Jateng, Kamis (8/10/2020).

Pengurus ponpes diharapkan menggalakkan Jogo Santri dan lebih tanggap, serta lebih masif lagi untuk membuka diri bahwa penanganan di ponpes harus dikampanyekan. Dari sekitar 5.000 ponpes yang tersebar di berbagai daerah di Jateng, terdapat enam ponpes yang terpapar Covid-19, antara lain ponpes di Banyumas, Kebumen, dan Batang.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menangani Covid-19, karena yang lebih ditaati masyarakat adalah para ulama. Maka kami berharap para ulama yang ada di Jateng bisa bersinergi dengan pemerintah untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19," ucapnya.

Demikian pula bagi warga atau wali santri diminta untuk menahan diri tidak menjenguk keluarganya di ponpes. Meskipun santri hanya berada di dalam ponpes, namun dapat terpapar Covid-19 akibat berinteraksi dengan warga dari luar ponpes termasuk wali santri yang terkena lebih dulu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut