BNPB Siapkan 7 Langkah Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Erupsi Merapi saat Pandemi Covid-19
Di tengah pandemi Covid-19, langkah keenam yakni penanggulangan bencana erupsi Gunung Merapi sesuai protokol kesehatan. Warga harus penggunaan masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir serta menjaga kebersihan.
“Jika diperlukan dapat menetapkan status siaga darurat, mengaktifkan rencana kontingensi, serta mendirikan pos komando siaga darurat bencana,” katanya dalam keterangan tertulisnya.
Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo meminta BPBD Kabupaten Klaten melakukan simulasi kebencanaan di tengah pandemi. Kegiatan simulasi untuk melatih dan menjamin keamanan warga ketika evakuasi atau pun saat mengungsi. Hewan ternak milik warga juga harus ikuut diungsikan.
Ganjar mengatakan, tingkat kesadaran bencana masyarakat di tiga wilayahnya sangat baik. Namun, yang jadi catatan saat ini kondisi masih dalam masa pandemi.
"Kalau warga sebenarnya sudah siap, cuma ini kan suasananya lagi Covid-19. Harus ada latihan evakuasi. Juga harus ada tambahan tenaga medis yang bisa menjelaskan ini ke masyarakat saat mengungsi. Juga desa paseduluran sudah siap juga," katanya.
Ganjar menuturkan, untuk latihan evakuasi tersebut bakal dilakukan secepatnya. Pasalnya, dia juga masih menunggu beberapa hal tuntas dikerjakan, termasuk jalur evakuasi.
Terkait dengan situasi Gunung Merapi, Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, kondisi Gunung Merapi saat ini statusnya masih waspada, jaraknya setengah centimeter per hari. Trendnya masih terjadi inflasi, dan pemendekan terjadi selama ini. Kondisinya dibanding tahun 2010 masih jauh, tetapi kewaspadaan terus dilaksanakan.
Editor: Nani Suherni