Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Lagi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter
Advertisement . Scroll to see content

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Hujan Abu Guyur Sejumlah Desa di Flores

Senin, 06 Juli 2026 - 20:40:00 WIB
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Hujan Abu Guyur Sejumlah Desa di Flores
Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali erupsi dengan memuntahkan abu vulkanik 1.500 meter, Senin (6/7/2026). (Foto: ESDM)
Advertisement . Scroll to see content

FLORES TIMUR, iNews.idGunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi dengan memuntahkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.500 meter di atas puncak, Senin (6/7/2026) malam WIB. 

Erupsi ini disertai suara gemuruh yang menggelegar dan memicu terjadinya hujan abu vulkanik bercampur pasir serta kerikil di sejumlah desa di lereng gunung. 

Berdasarkan data resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang condong bergerak ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 29.6 mm dan durasi 125 detik. 

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih tertahan kokoh pada Status Level III (Siaga). 

"Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Senin, 06 Juli 2026, pukul 18:55 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1500 m di atas puncak (± 3084 m di atas permukaan laut)," tulis PVMBG.

Erupsi ini disertai suara gemuruh yang menggelegar dan memicu terjadinya hujan abu vulkanik bercampur pasir serta kerikil di sejumlah desa di lereng gunung. Akibat sebaran abu yang makin meluas, dua bandara di Pulau Flores terpaksa ditutup total.

Kosongkan Radius 5 Kilometer

Merespons bahaya laten letusan, petugas pos pengamatan bersama pemerintah daerah mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat di sekitar kaki gunung, pengunjung, maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. 

"Kami minta masyarakat tetap tenang dan mengikuti seluruh arahan resmi dari pemerintah daerah. Selain itu, warga yang terdampak hujan abu wajib memakai masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari bahaya infeksi saluran pernapasan (ISPA)," tulis petugas dalam laporan resminya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut