BNPB Siapkan 7 Langkah Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Erupsi Merapi saat Pandemi Covid-19
KLATEN, iNews.id - Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mengunjungi sejumlah desa di kawasan rawan bencana (KRB) III pada Rabu (8/7/2020). Usai peninjauan, Lilik memaparkan tujuh langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana erupsiGunung Merapi.
Lilik menjelaskan, sebelumnya BNPB telah bersurat pada tanggal 7 Juli 2020 meminta kepada BPBD DIY dan Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan dinas dan lembaga tertentu terkait perkembangan Gunung Merapi. Semua jajaran diminta kesiapsiagaan bencana erupsi di masa pandemi Covid-19.
Dia menuturkan, di DIY dan Jateng daerah yang berpotensi terdampak yakni Kabupaten Sleman, Klaten, Kota Magelang dan Boyolali. Adaupun tujuh langkah yang perlu dilakukan saat menghadapi erupsi Gunung Merapi yakni permata sosialisasi dan edukasi terkait kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana erupsi gunung api.
Kedua, melakukan pengecekan jalur evakuasi dan rambu peringatan dini bencana, menyiapkan tempat evakuasi, dan menyiapkan persediaan logistik. Ketiga, melakukan koordinasi dengan dinas terkait (BPPTKG dan Pos Pengamatan Gunung Merapi) untuk mendapatkan pembaharuan informasi potensi ancaman bencana erupsi gunungapi dan bahaya sekunder yang mungkin terjadi, seperti banjir lahar dingin dan hujan abu vulkanik.
Keempat, melakukan koordinasi dengan dinas dan lembaga/organisasi terkait (Dinas Kominfo, RAPI, Orari, Senkom, Dinas Pariwisata, Forum Pengurangan Risiko Bencana Daerah) dalam penyebarluasan informasi peringatan dini bahaya erupsi gunungapi sampai kepada masyarakat. Kelima, melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat terkait data ODP dan Rumah Sakit yang berada di KRB gunung api berisiko tinggi dan menyiapkan tempat khusus bagi evakuasi ODP/PDP sehingga terpisah dengan masyarakat yang sehat.