Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Bulan Terendam Banjir, 1.400 Kepala Keluarga di Luwu Utara Terisolasi
Advertisement . Scroll to see content

Begini Nasib Ratusan Warga Pekalongan Terdampak Banjir di Posko Pengungsian

Rabu, 10 Februari 2021 - 11:32:00 WIB
Begini Nasib Ratusan Warga Pekalongan Terdampak Banjir di Posko Pengungsian
Para warga Pekalongan terdampak banjir saat berada di posko pengungsian.(iNews/Suryono Sukarno)
Advertisement . Scroll to see content

Kemudian PDAM untuk penyediaan dropping air bersih, mengerahkan tim kesehatan dari PMI, Dinas Kesehatan, dan tenaga medis puskesmas pengampu di wilayah masing-masing untuk mengecek kesehatan para pengungsi secara rutin.

Selain  di Aula Kecamatan Pekalongan Barat, beberapa titik pengungsian disiapkan diantaranya di Aula SMK N 1, SMK N 2, SMK N 3, Maasjid Al Karomah, Aula Kelurahan Pasirkratonkramat, Mushola Al-Ghozali,dan sebagainya. 

Sedangkan untuk Dapur Umum di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat sendiri, lanjutnya, selain di Stadion Hoegeng, ada 23 titik dapur umum yang didirikan oleh masyarakat setempat secara mandiri. 

Disamping itu, di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat juga menerima bantuan 5 buah MCK portable dari Kemenpu-PR melalui BPBD Kota Pekalongan yang diletakkan di Posko Pengungsian Masjid Al-Karomah 2 buah, Kecamatan Pekalongan Barat 2 buah, dan 1 buah diletakkan di Kelurahan Tirto.

“Kebijakan dari Pemkot, Dapur Umum Pusat yang ada beroperasi dari  rekan TNI/POLRI untuk membantu khusus pengungsi dalam meyiapkan makanan siap saji. Sedangkan, untuk bantuan yang kami terima dari donatur baik makanan siap saji maupun bahan makanan kami distribusikan ke dapur-dapur umum mandiri untuk melayani warga kami yang tidak mengungsi,” ujarnya. 

Salah satu pengungsi di Kecamatan Pekalongan Barat, Kurniaji mengaku pelayanan yang diberikan di Aula Kecamatan Pekalongan Barat sudah baik dari segi pemenuhan kebutuhan pangan, pelayanan kesehatan, hingga penyediaan air bersih,dan lain-lain. Menurutnya, sudah 2 hari ini bersama seluruh keluarganya mengungsi di Aula Kecamatan Pekalongan Barat.

“Untuk menu makan siap saji sudah cukup baik terpenuhi,pelayanan cek kesehatan juga ada standby dari pihak PMI, Dinkes, Dokkes Polri, maupun petugas kelurahan rutin mengecek, tidurnya juga Alhamdulillah nyaman meskipun beralaskan tikar dibandingkan harus berdiam di rumah, karena di rumah saya sendiri di Tirto RT 06 RW 02 terendam dengan ketinggian air selutut hingga sepaha orang dewasa,” kata Kurniaji. 

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut