Banyumas Jatuh ke Tangan Belanda pada Agresi Militer Pertama, Begini Sejarahnya
Mereka meneruskan perjalanannya ke Kalibakung wilayah Bumijawa, terus ke timur ke Belik yang dipertahankan oleh pasukan ALRI. Pasukan Belanda terus maju, yang tujuannya menerobos masuk daerah Bobotsari dan memutari Gunung Slamet.
Setelah melalui pertempuran sengit, Bobotsari akhinya dikuasai Belanda pada Rabu 30 Juli 1947 sekitar pukul 16.30 WIB. Mengetahui pertahanan di Bobotsari telah dikuasai Belanda, Panglima Divisi II Gatot Soebroto memerintahkan untuk membumi hanguskan gedung-gedung dan bangunan-bangunan penting di Kota Purwokerto seperti Stasiun Timur dan pabrik gula serta instalasi-instalasi militer agar tidak digunakan tentara Belanda.
Pada Kamis 31 Juli 1947 sekitar pukul 08.00 WIB, tentara Belanda yang sudah dihadang batalyon IV Wongsoatmodjo di Desa Sidangkangen, Kalimanah, Purbalingga segera dihujani tembakan dan senapan mesin serta mortier olah pasukan TNI.
Pertempuran seri berlangsung lama di wilayah tersebut mengakibatkan 22 prajurit TNI gugur dan terpaksa dimakamkan dalam satu lubang karena keadaan sangat gawat.
Pasukan Belanda terus melaju hingga Sokaraja yang berjarak sekitar 8 kilometer dari Kota Purwokerto. Tentara Belanda terus menghujani Kota Purwokerto dengan tembakan-tembakan arteleri yang mengenai rumah-rumah dan bangunan di sekitar alun-alun Purwokerto. Pada pukul 12.00 WIB pada hari itu, Belanda berhasil menguasai Kota Purwokerto.