Banyumas Jatuh ke Tangan Belanda pada Agresi Militer Pertama, Begini Sejarahnya
Belanda mengerahkan kekuatan militernya dari Bandung ke Cirebon yang dipimpin oleh Kolonel Jantje Maiyer, untuk merobek daerah Banyumas untuk kemudian mencapai Ibu Kota RI di Yogyakarta.
Setelah beberapa kota berhasil dikuasai Belanda, termasuk pelabuhan Tegal. Belanda terus melaju ke daerah Bumiayu yang merupakan pintu masuk menuju Banyumas.
Di Kota Bumiayu, pasukan Batalyon Brotosiswojo dan pasukan bersenjata lainnya membuat halang rintang untuk menghambat laju tentara Belanda menuju Kota Purwokerto.
Sembilan buah jembatan menuju daerah Banyumas dan Kota Purwokerto diledakkan serta di hancurkan. Namun usai diledakkan, ternyata pasukan Belanda menyadap hubungan telepon pasukan tentara Indonesia, sehingga pasukan Belanda dapat mengetahui konsentrasi pasukan Indonesia di wilayah tersebut.
Perlawanan pasukan RI di Bumiayu yang dipimpin oleh Mayor Brotosiswoyo dengan kekuatan empat kompi, dan sulitnya perjalanan masuk ke Purwokerto akibat rintangan dan hancurnya jembatan-jembatan, maka pasukan Belanda mundur ke arah Margasari, Banjaran, Balapulang dan bergabung dengan pasukan Belanda Tegal.