Arky Gilang, Pengepul Sampah Organik asal Banyumas Ini Sukses Bisnis Maggot
Riset tersebut meliputi potensi pasar, potensi produk, cara budi daya, dan sebagainya termasuk melakukan uji laboratorium di ITB dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
"Setelah riset berjalan, kami mulai menghidupkan kelompok pembudidaya ikan di sini (Banjaranyar) yang sebelumnya mati suri. Kami bekerja sama dengan mereka sehingga kelompok pembudi daya ikan itu hidup lagi," katanya.
Selain itu, kata dia, kompos yang dihasilkan tempat penampungan sampah KSM Desa Banjaranyar dimanfaatkan oleh petani setempat secara gratis sebagai sarana demonstrasi plot (demplot).
Hal itu dilakukan karena selama ini, petani banyak mengeluhkan masalah pupuk yang dinilai mahal dan sebagainya. Setelah petani mencoba mengunakan kompos, tanaman pertanian mereka tumbuh subur dan hasilnya bagus.
"Yang tadinya setiap petak menggunakan dua karung urea, cuma pakai seperempat karung, sisanya pakai organik. Musim tanam besok, petani di sini mayoritas akan menggunakan pupuk organik, paling tidak ada dua kelompok tani yang akan menggunakan organik," katanya.