Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terancam 12 Tahun Bui, Pengasuh Padepokan di Pekalongan Bantah Cabuli Santriwati
Advertisement . Scroll to see content

10 Tahun Terdampak Bencana Rob, Ribuan Rumah di Pekalongan Semakin Pendek

Senin, 09 Agustus 2021 - 17:10:00 WIB
10 Tahun Terdampak Bencana Rob, Ribuan Rumah di Pekalongan Semakin Pendek
Rumah warga di pesisir Pekalongan yang semakin pendek karena lantainya ditinggikan akibat banjir rob. Foto: iNews/Suryono Sukarno.
Advertisement . Scroll to see content

“Saat rob parah, air masuk ke permukiman. Setiap rumah rata-rata sudah menaikkan lantainya tiga sampai lima kali,” kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Padukuhan Kraton, Agus riyanto, Senin (9/8/2021). 

Bagi warga yang tidak punya harta, rumah dibiarkan terendam air sampai rusak. Ratusan rumah keropos dan ambruk akibat tidak tertangani. Sungai yang melintas di daerah ini lebih tinggi dari kawasan permukiman. 

Air harus dipompa selama 24 jam agar air tidak membanjiri rumah. Jika tanggul jebol, maka akan terjadi banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter.  Daerah paling parah terkena rob di Kota Pekalongan adalah di Kelurahan Degayu, Krapyak, Panjang Wetan,  Panjang Baru, Kandang Panjang, Padukuhan Kraton. 

Kemudian untuk Kecamatan Pekalongan Barat, yakni kelurahan pasir kraton kramat , tirto, Berikutnya Kecamatan Timur, yakni Kelurahan Klego, Setono. Sedangkan di Kabupaten Pekalongan, dampak terparah rob ada di Kecamatan Tirto, terutama di Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo, Karang Jompo, Pacar. 

Kecamatan Wiradesa di Kelurahan Pekuncen, Mayangan, Bener. Kecamatan Wonokerto di Desa Wonokerto Kulon, Api Api, Rowoyoso, Werdi, Wonokerto Wetan, Sijambe, Pesanggrahan, Pecakaran, Tratebang, dan Semut. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut