Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Jabar Kerahkan Tim Pengurai dan Rekayasa Lalin di GBLA, Antisipasi Konvoi Bobotoh
Advertisement . Scroll to see content

Waspada! Ini Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Tol saat Arus Mudik Lebaran 2025

Kamis, 20 Maret 2025 - 15:52:00 WIB
Waspada! Ini Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Tol saat Arus Mudik Lebaran 2025
Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Dodi Darjanto beri keterangan saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2025 di Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (20/3/2025). (Foto: iNews/AGUS WARSUDI)
Advertisement . Scroll to see content

Menurut Dirlantas, titik rawan kemacetan biasanya terjadi di kawasan wisata di Jawa Barat, seperti Puncak, Bogor dan Cianjur. Kemudian, Lembang dan Ciwidey. Sedangkan di jalan tol, titik rawan kepadatan di jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan Cikopo-Palimanan (Cipali).

Karena itu, petugas akan disiagakan di sejumlah rest area yang menjadi titik lelah pengemudi. Petugas akan menghalau pemudik masuk rest area yang telah penuh untuk mencegah penumpukan kendaraan.

Sebab, kemacetan di jalan tol diakibatkan oleh kendaraan yang mengantre untuk masuk rest area. Arus kendaraan di jalan tol kemudian menjadi terhambat akibat terjadi bottleneck atau penyempitan arus.

"Ada pengaturan dan pembatasan. Di lokasi rest area, tempat makan dan toilet, saat keluar itu yang menjadi pemicu terjadinya kepadatan arus," ujar Dirlantas.

"Jadi kami mohon maaf juga kepada masyarakat apabila nanti saat terjadi peningkatan arus, ada beberapa rest area yang terpaksa ditutup sementara. Bukan kami menghalangi bapak Ibu untuk ke toilet atau makan dan sebagainya, tapi untuk kepentingan bersama sehingga arus tetap lancar," ucapnya.

Selain itu, Dirlantas telah menginstruksikan jajaran di polres-polres se-Jawa Barat agar menyiapkan rencana rekayasa lalu lintas di wilayah masing-masing. Seperti pasar tumpah di jalur pantai utara (pantura) dan selatan (pansela) Jawa Barat.

"Saya minta tolong kepala dinas pasar, para kasatlantas, cek kembali petunjuk teknis dari polda untuk memasang tali dan rambu cone membatasi penyeberang jalan. Kalau di setiap titik bisa menyeberang, bayangkan ada 100 orang menyeberang, maka kita menunggu 100 detik. Jadi ini disentralisasi, tidak semua titik orang bisa menyebrang," katanya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut