Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Jabar Kerahkan Tim Pengurai dan Rekayasa Lalin di GBLA, Antisipasi Konvoi Bobotoh
Advertisement . Scroll to see content

Waspada! Ini Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Tol saat Arus Mudik Lebaran 2025

Kamis, 20 Maret 2025 - 15:52:00 WIB
Waspada! Ini Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Tol saat Arus Mudik Lebaran 2025
Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Dodi Darjanto beri keterangan saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2025 di Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (20/3/2025). (Foto: iNews/AGUS WARSUDI)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat telah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan di jalan tol saat arus mudiklebaran 2025. Titik rawan kecelakaan itu dimulai dari kilometer (km) 92, 102 dan seterusnya kelipatan 50 kilometer.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jabar Kombes Pol Dodi Darjanto mengatakan, setiap orang yang mengemudi lebih dari satu jam berpotensi terjadi penurunan konsentrasi. Penurunan konsentrasi berkontribusi terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan.

"Titik-titik rawan laka tentunya titik lelah ya. Misalnya dari kilometer 92, 102, terus kelipatan setiap 50 kilometer, itu rawan laka," ujarnya seusai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2025 di Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (20/3/2025).

Kombes Dodi memprediksi tingkat kepadatan berbeda dari tahun lalu karena dinamika politik dan faktor lain. Jalur tol yang dipastikan dipadati pemudik masih sama seperti tahun lalu, yaitu Tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan Cikopo-Palimanan (Cipali), dan Tol Trans-Jawa.

Untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan, Korlantas Polri akan memberlakukan rekayasa lalu lintas one way dan contraflow di jalan tol. One way akan diberlakukan mulai Tol Japek hingga Jawa Tengah.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut