Viral Bayi Baru Lahir di Tasikmalaya Meninggal Diduga gegara Pelayanan Kinik Buruk
Sayangnya, bidan-bidan jaga dan mahasiswa praktik menyembunyikan keberadaan bidan yang pada saat itu melakukan praktik kepada mahasiswa, yaitu, Bidan Dwi Yunit yang attitude nya sangat buruk, bersikap tidak ramah, dan jutek. Selama 1,5 jam, Nadia kakak Erlangga menunggu Bidan Dwi. Kemudian tiba-tiba sudah ada di ruangan. Padahal selama Nadia disana, menunggu di pintu masuk tidak ada Bidan Dwi masuk ke pintu depan.
"Berarti selama 1,5 jam tadi Bidan Dwi sembunyi tidak mau keluar dan menemui kakak saya, karena bidan-bidan yang jaga bilang kalau Bidan Dwi tidak ada. Kenapa seperti takut? Kakak saya mengetahui bidan yang pada saat lahiran istri saya, yaitu, Bidan Dwi namanya baru saat itu, karena kami sekeluarga tahunya Bidan Dwi sedang berada di luar kota," tutur Erlangga.
"Kami sekeluarga bukan tidak menerima takdir, karena kami tahu takdir sudah ada yang mengatur. Hanya saja yang sangat kami sayangkan yaitu pelayanan dan perawatan yang sangat buruk yang menyebabkan anak saya meninggal dunia. Anak saya bukan binatang saja di layani dengan baik oleh dokter hewan, saya ke Klinik Alifa tidak gratis, saya bayar," ujar dia.
Kalau saja bidan-bidan di Klinik Alifa sudah memberikan pelayanan yang perawatan yang intensif kepada anak dan istri, Erlangga tidak akan menuntut tidak akan mengadukan tidak akan meminta keadilan dan pertanggung jawaban kepada pihak klinik karena mereka semua sudah berusaha memberikan yang terbaik.
"Karena pelayanan yang buruk, kelalaian bidan, dan diduga malapraktik maka dari itu saya ingin meminta keadilan dan pertanggung jawaban kepada pihak Klinik. Saya dan keluarga berharap Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya sebagai lead yang berhubungan dengan kinerja bidan-bidan di Tasikmalaya, SOP pelayanan medis itu seperti apa, perawatan intensif kepada ibu dan bayi baru lahir itu harus bagaimana, bisa memberikan pelayanan yang terbaik dengan menindaklanjuti secara tegas kepada Klinik ALIFA Bantarsari Kota Tasikmalaya agar tidak ada lagi korban berikutnya seperti anak saya, terimakasih. Wassalamualaikum Wr.Wb," kata Erlangga.