Viral Bayi Baru Lahir di Tasikmalaya Meninggal Diduga gegara Pelayanan Kinik Buruk
Bidan di sana, tutur Erlangga, tidak ada yang jaga satu orang pun. Tidak ada yang standby satu orang pun. Semua bidan pada tidur, menutup pintu ruangan tidur nya dengan rapat. Satu jam, dua jam, tiga jam, Erlangga menunggu hasil observasi dari bidan, tapi hasilnya nihil. Empat jam pukul 03.15 WIB dini hari, Erlangga menggedor pintu ruangan bidan.
"Dengan perasaan sungkan saya ketuk pintu kamar bidan, saya tanyakan ke bidan bagaimana hasil observasi yang tadi sudah bidan bicarakan kepada kakak saya karena selama 4 jam, anak saya tidak dikasih ASI dan tidak dicek setiap satu jam sekali sesuai pembicaraan awal dengan kakak saya," ujar Erlangga.
Saat itu bidan bilang belum ada jawaban dari pihak rumah sakit. Tapi tidak lama kemudian bidan langsung memberitahukan bahwa anak Erlangga sudah bisa di berikan ASI.
"Lalu bidan membawa anak saya ke ruangan ibu untuk disusui. Tetapi yang sangat saya sayangkan bidan tidak memastikan bahwa ASI-nya ada atau tidak ASI-nya masuk atau tidak ke anak saya. Seharusnya mungkin si bidan membantu istri saya memastikan bahwa ASI benar-benar masuk, si bidan malah melanjutkan tidur nyenyaknya, tidak mempedulikan keadaan anak dan istri saya. Kakak saya yang membantu istri saya menyusui anak saya," tutur dia.
Saat itu, kata Erlangga, anaknya tidak mampu menyusu kepada ibunya. Erlangga terpikir apakah tidak bisa bidan membantu istri untuk menyusui anaknya. Sampai subuh anak Erlangga masih dalam posisi dipangku oleh istri. Bidan pun belum bangun.