Sunda Wiwitan, Kepercayaan Monoteisme Warisan Leluhur
Orang Kanekes, Badui, menulis: "Buana Nyungcung: tempat bersemayam Sang Hyang Kersa, yang letaknya paling atas. Buana Panca Tengah: tempat berdiam manusia dan makhluk lainnya, letaknya di tengah. Buana Larang: neraka, letaknya paling bawah antara Buana Nyungcung dan Buana Panca Tengah terdapat 18 lapis alam yang tersusun dari atas ke bawah.
Lapisan teratas bernama Bumi Suci Alam Padang atau menurut kropak 630 bernama Alam Kahyangan atau Mandala Hyang alias surga. Lapisan alam kedua tertinggi itu merupakan alam tempat tinggal Nyi Pohaci Sanghyang Asri dan Sunan Ambu."
Sang Hyang Kersa menurunkan tujuh batara di Sasaka Pusaka Buana. Salah satu dari tujuh batara itu adalah Batara Cikal, paling tua yang dianggap sebagai leluhur orang Kanekes. Keturunan lainnya merupakan batara-batara yang memerintah di berbagai wilayah lainnya di tanah Sunda. Pengertian nurunkeun (menurunkan) batara ini bukan melahirkan tetapi mengadakan atau menciptakan.
3. Filosofi
Paham atau ajaran dari suatu agama senantiasa mengandung unsur-unsur tersurat dan tersirat. Unsur tersurat adalah apa yang secara jelas dinyatakan sebagai pola hidup yang harus dijalani. Sedangkan yang tersirat adalah pemahaman komprehensif atas ajaran tersebut. Ajaran Sunda Wiwitan pada dasarnya berangkat dari dua prinsip, yaitu Cara Ciri Manusia dan Cara Ciri Bangsa.
Cara Ciri Manusia adalah unsur-unsur dasar yang ada di dalam kehidupan manusia. Ada lima unsur yang termasuk di dalamnya: