Sirkular Kopi Espresso Kukang Jawa, dari Disabilitas hingga Pemberdayaan Ekonomi Warga
Selama bertahun-tahun, pertani kopi telah hidup berdampingan dengan satwa langka di sekitar kawasan konservasi. Populasi Kukang Jawa di lereng Gunung Papandayan tersebut, diperkirakan ada puluhan ekor pada lahan seluas 150 hektare.
Dibandingkan di kawasan lain, daerah ini dianggap habitat Kukang Jawa terbanyak. Tak heran kawasan ini disebut sebagai The Village of Slow Loris. Namun, keberadaannya mesti dijaga dan dilestarikan sebagai satwa langka dilindungi.
Kukang Jawa berkaki empat merupakan hewan yang sangat lucu dan imut. Memiliki garis memanjang berwarna kecoklatan dari tulang ekor hingga wajah. Kukang memiliki bentuk mata besar. Pada siang hari hewan ini bergerak sangat lambat, namun aktif pada malam hari. Hewan ini mulai langka karena perburuan.
Eko Kristiawan berharap, program TJSL yang dilakukan Pertamina dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan satwa langka, sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Selain mencapai SDGs melalui program kolaboratif dengan masyarakat, Pertamina juga mendorong terwujudnya tiga bidang ESG yaitu environmental, social, dan governance.
Menurut perwakilan Kelompok Tani Buana Lestari Dede Ahmad, Pertamina hadir di Desa Cipaganti tak hanya mendorong konservasi satwa, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi petani kopi.