“Dulu kesalahannya kan tidak ditempel petugas pengawalan. Besok-besok insya Allah sudah berubah yang bersangkutan,” katanya.
Menurut Tedjo, selama dua hari menghuni Lapas Kelas I Sukamiskin, Setnov telah menunjukkan perubahan perilaku. Kegiatannya juga hanya di kamar dan salat di masjid.
“Selnya masih lama karena dia bukan lagi penghuni baru. Dia juga tidak mendapat perlakuan khusus. Di sini semuanya sama, jadi ada reward dan punishment. Yang melakukan kesalahan ya pasti ditindak,” katanya.
Tedjo menambahkan, Lapas Sukamiskin juga belajar dari kasus Setnov tersebut. Pihaknya akan memperketat pemberian izin kepada napi untuk kegiatan di luar lapas.
“Dari kasus kemarin, pemberian izin akan lebih ketat. Prosedurnya kita jalankan, bagaimana petugas pemasyarakatan memiliki intervensi pengamanan terhadap yang dikawal,” katanya.
Editor: Maria Christina