Sejarah Makam Dawa, Terkait Perang antara Kesultanan Cirebon dengan Kerajaan Galuh
Kesultanan Cirebon bertahan selama 3 abad, sejak Walangsungsang sebagai Sri Mangana atau penguasa Cirebon pada 1430 hingga kisruh kekuasaan akibat kosongnya posisi Sultan Cirebon sepeninggal Sultan Abdul Karim pada 1677.
Pengaruh Mataram masa Amangkurat I dan kedekatan sebagian keluarga Kesultanan Cirebon dengan Belanda menyebabkan perlahan kekuasaan Cirebon akhirnya runtuh. Selama masa jayanya, Kesultanan Cirebon menaklukkan beberapa kerajaan lain di Jawa Barat. Salah satunya, Kerajaan Galuh.
Dari sinilah makam dawa (Bahasa Jawa: panjang) di Desa Getasan Lor, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, bermula
Sejarah Makam Dawa

Situs makam dawa adalah tempat sidang atau musyawarah pasukan Kesultanan Cirebon pada 1528. Di sini terjadi perang sengit antara Kesultanan Cirebon dengan pasukan Kerajaan Galuh.
Perang itu terkenal dengan sebutan Palagan Gunung Gundul. Pasukan Cirebon dipimpin oleh Pangeran Cakrabuana dan pasukan Kerajaan Galuh di bawah komando Prabu Cakraningrat dan Senopati Arya Kiban.