Kemudian, pada 1932, sebanyak 23 perusahaan susu sapi mendukung berdirinya BMC sebagai pusat distribusi susu sapi di Bandung. Sebagian besar susu sapi yang diproduksi dikirim ke rumah-rumah para meneer Belanda yang tinggal di Bandung.
Selain Bandung, BMC juga mendistribusikan susu sapi ke Batavia atau Jakarta untuk memenuhi kebutuhan orang-orang Belanda di sana. Posisi Batavia di tepi laut dengan suhu udara panas tidak memungkinkan bagi peternakan sapi perah.
Hanya ada beberapa perusahaan dan peternakan kecil di Batavia yang memproduksi susu sapi di sana. Tetapi produksi susu sapi di Batavia tidak mampu menutupi kebutuhan susu sapi bagi para meneer Belanda.
BMC menjadi satu-satunya koperasi pengolahan susu sapi berteknologi tinggi pada masa Hindia Belanda. BMC dilengkapi dengan peralatan canggih pada masanya, yaitu teknologi instalasi pendingin. Mesin pendingin dapat memperpanjang usia susu sapi, yang biasanya hanya bisa bertahan satu hari.
Keberadaan instalasi pendingin ini memungkinkan BMC mengirimkan susu sapi ke Batavia. Dengan truk yang dipasang pendingin, BMC mengirimkan susu sapi segar ke Batavia yang berjarak 170 kilometer (km) dari Bandung. Perjalanan pun ditempuh melalui jalur darat tanpa tol.