Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Belajar Strategi Trading Saham Anti Bangkrut di Instagram Live MNC Sekuritas
Advertisement . Scroll to see content

Rugi Rp56,3 Miliar, Korban Robot Trading DNA Pro Diminta Lapor Paguyuban

Jumat, 20 Oktober 2023 - 20:40:00 WIB
Rugi Rp56,3 Miliar, Korban Robot Trading DNA Pro Diminta Lapor Paguyuban
Perwakilan Paguyuban Korban DNA Pro saat menyerahkan berkas kerugian warga kepada Kejati Jabar
Advertisement . Scroll to see content

Diketahui, korban Investasi DNA PRO yang kasusnya telah bergulir sejak tahun 2022, namun hingga saat ini belum juga tuntas. Perkembangan terakhir kasus penipuan investasi bodong robot trading ini sedang dalam proses lelang aset-aset bangunan. 

Pada awalnya, sebagian besar korban DNA PRO merasa resah bahkan frustasi menghadapi proses hukum yang masih jalan ditempat. Mereka menilai tidak ada kemajuan yang berarti dan mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum.

Henry mengatakan, saat ini para korban mendapatkan harapan setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung menyatakan akan mengakomodir (membantu penyelesaian) kasus yang kerugiannya ditaksir sebesar Rp56 miliar. 

“Kami mengapresiasi kinerja Kejari Kota Bandung khususnya kepada Kepala Kejari Kota Bandung Bapak Rachmad Vidianto yang menyatakan akan mengakomodir korban investasi DNA PRO, termasuk bagi korban yang belum masuk dalam laporan polisi,” kata Henry. 

Menurut Henry, sejak Mei 2023 dirinya telah aktif berkomunikasi dan juga bertemu dengan salah satu Jaksa yang ditugasi untuk melayani dan memberi informasi kepada korban terkait penerimaan pendataan korban di luar Laporan Polisi. Hal ini menunjukkan bahwa Kejari kota Bandung sangat berkomitmen membantu para korban penipuan robot trading DNA Pro.

“Ibu Jaksa Rakhmi Izharti sangat sigap dalam melayani dan mendengarkan keluh kesah korban yang ternyata dalam kasus  Investasi DNA PRO banyak yang terlantar, akibat banyaknya Kuasa Hukum para korban yang pada awal menangani Kasus namun kemudian ditelantarkan sehingga tidak terdata sebagai Korban di Bareskrim Mabes Polri,” ucapnya.

Editor: Asep Supiandi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut