Polisi Periksa 4 Saksi terkait Bom TNT, Peluru, dan Senjata Api di Jalan Asia Afrika, Siapa Pemiliknya?
Bahan peledak, peluru, detonator, granat, dan senapan tersebut, kata Kabid Humas Polda Jabar, ditemukan saat DKH hendak merenovasi bangunan itu. DKH memerintahkan tukang membersihkan bangunan. Namun saat membersihkan, tukang menemukan benda mencurigakan.
"Temuan itu kemudian dilaporkan ke BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). Laporan kemudian dilanjutkan ke Polrestabes Bandung dan Brimob Polda Jabar," ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo.
Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Brimob Polda Jabar, tutur Kabid Humas, lalu memeriksa barang-barang mencurigakan yang tersimpan di rak. Sementara itu, saat ini, bangunan tua lokasi penemuan bahan peledak tersebut masih dipasangi garis polisi.
Densus 88 Antiteror Polri pun turun tangan untuk mendalami kasus ini guna memastikan terkait tindak pidana terorisme atau tidak. Petugas Polrestabes Bandung dan Polda Jabar, tutur Kabid Humas Polda Jabar, akan memeriksa saksi agar diketahui dari mana sumber bahan peledak itu.
Disinggung apakah ada hubungan dengan tindak pidana terorisme? Kabid Humas menyatakan, sampai sekarang belum ada indikasi ke arah itu. "Jadi kami lakukan pendalaman lebih detil lagi, sehingga kita bisa mengetahui sumber dan asal usul material itu (bom, peluru, dan senpi). Sampai sekarang belum ada hubungan dengan teroris," ujar Kabid Humas.