Polisi Gerebek Produksi Rumahan Tembakau Sintetis di Cirebon, 1 Tersangka Ditangkap
“Cairan kimia tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp6 juta per botol berisi 50 mililiter. Dari setiap botol, tersangka mengaku memperoleh keuntungan sekitar Rp1,5 juta,” katanya.
Menurut polisi, peredaran narkotika dilakukan dengan sistem tempel. Sementara transaksi dan komunikasi dengan pembeli dilakukan melalui media sosial Instagram untuk menghindari pertemuan langsung.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026. Ancaman hukuman maksimal berupa pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.
Kapolres Cirebon Kota menegaskan, pihaknya akan terus menindak tegas pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika, termasuk yang diproduksi secara rumahan.
“Peran serta masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba dan menjaga lingkungan tetap aman,” ucapnya.